Hidden Journal’s https://iyorikharisma.com This is where I keeps my secrets... Fri, 24 Aug 2018 02:35:53 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0 https://i2.wp.com/iyorikharisma.com/iyorikharisma-etc/2016/07/cropped-sig.png?fit=32%2C32&ssl=1 Hidden Journal’s https://iyorikharisma.com 32 32 53848869 Cara Mengetahui Daya Tahan Battery Smartphone https://iyorikharisma.com/cara-mengetahui-daya-tahan-battery-smartphone-boros-atau-tidak/ https://iyorikharisma.com/cara-mengetahui-daya-tahan-battery-smartphone-boros-atau-tidak/#respond Thu, 29 Jun 2017 11:31:25 +0000 https://iyorikharisma.com/?p=563 “Eh, hapemu sehari ngecharge berapa kali?”. “Eh, SOT (Screen On Time) hapemu berapa jam?”. 2 pertanyaan yang sering muncul kalau seseorang ingin mengetahui daya tahan battery suatu smartphone. Ya, selain kemampuan mengambil foto, daya tahan battery adalah satu pertimbangan yang cukup penting dalam memilih smartphone pada saat ini. Meski ada penemuan canggih sekelas powerbank, namun banyak […]

The post Cara Mengetahui Daya Tahan Battery Smartphone appeared first on Hidden Journal's.

]]>
“Eh, hapemu sehari ngecharge berapa kali?”. “Eh, SOT (Screen On Time) hapemu berapa jam?”. 2 pertanyaan yang sering muncul kalau seseorang ingin mengetahui daya tahan battery suatu smartphone. Ya, selain kemampuan mengambil foto, daya tahan battery adalah satu pertimbangan yang cukup penting dalam memilih smartphone pada saat ini. Meski ada penemuan canggih sekelas powerbank, namun banyak orang masih tidak nyaman menggunakannya. Ada yang malas liat kabel seliweran pas jalan, ada yang takut battery smartphone-nya rusak kalau pakai powerbank, dan masih banyak lagi. Jadi jelas, alasan “gapapa boros, kan ada powerbank” nggak bisa diaplikasikan ke semua orang. Sehingga mengetahui seberapa bagus daya tahan battery sebelum membeli itu sangat penting. Lebih baik repot di awal, daripada repot kemudian.

Nah, lalu bagaimana cara mengetahuinya?

Gampang saja. Di era serba digital ini, informasi sebenarnya sudah tersedia di mana-mana, tinggal kita saja mencarinya gimana. Nah, kalau saya sendiri punya beberapa cara yang saya lakukan untuk mengetahui daya tahan battery.

1. Baca atau Nonton Review di Blog/Youtube dari Reviewer Terpercaya

Review Samsung Galaxy S8 by MKBHD

Saat ini reviewer bisa dibilang sedang menjamur, terutama di bidang teknologi. Sehingga nggak susah bagi kita untuk mengetahui pendapat/pengalaman orang dalam memakai suatu gawai. Beberapa nama besar di Indonesia yaitu SobatHape, DroidLime, GontaGantiHape, Project Review, HerrySW, GadgetIn, BangRipiu, dan masih banyak nama-nama lain. Kalau lebih suka dengan reviewer luar negeri, ada MrMobile, MKBHD, Erica Griffin, AndroidAuthority, dan GSMArena.

Reviewer-reviewer ini biasanya akan menjelaskan performa smartphone secara detail, selama mereka menggunakan smartphone tersebut. Dan pasti mereka juga membahas mengenai daya tahan batterynya. Tetapi ingat, jika kamu mencari tahu daya tahan battery suatu smartphone dari seorang reviewer, ketahui juga pemakaian mereka. Contoh, si reviewer A menyatakan smarthphonenya tahan 10 jam dengan 2x charge sehari sesuai penggunaannya. Di sisi lain, reviewer B dengan smartphone yang sama menyatakan tahan 18 jam dan cukup 1x charge sehari saja. Nah, ternyata si reviewer A doyan ngegame. Jelas saja kan lebih boros dibanding reviewer B yang lebih sering berselancar di web dan social media?

Untuk itu, terkadang kita harus mengecek secara objektif, dengan artian daya tahan battery diuji dengan standar baku yang telah ditentukan, dan dilakukan secara sama pada semua device untuk kemudian diketahui daya tahan batterynya. Nah, ini akan dibahas di cara kedua dan ketiga.

2. Cek & Bandingkan melalui GSMArena Battery Life Table

GSMArena Battery Life Table. Urut dari yang paling irit hingga boros.

Di tiap spesifikasi yang diberikan oleh GSMArena, di bagian battery selalu ada Endurance Rating. GSMArena mempunyai standar dalam uji coba ketahanan battery, yang dijelaskan secara detail di sini. Ini dapat dibilang salah satu hasil uji coba daya tahan battery yang paling objektif. Lalu, bagaimana cara kita mengetahui daya tahan suatu smartphone? Gampang saja. Kalian bisa mengecek battery life table di sini, di mana hasil endurance rating dari GSMArena diurutkan dari yang paling irit ke yang paling boros.

Kalau saya, untuk mengetahui smartphone tersebut boros atau tidak, saya bandingkan dengan smartphone yang saya/teman saya gunakan. Contoh, saya ingin mengetahui seberapa irit OnePlus 3. Saya akan buka GSMArena Battery Life Table, dan mencari endurance rating OnePlus 3. Rating 66h. Lalu saya bandingkan dengan device yang saya pakai, Galaxy S8. Rating 84h. Dengan ini, saya dapat mengira2 bahwa jika saya ganti OnePlus 3 maka saya akan merasa battery lebih cepat habis.

Cara ini biasanya saya pakai ketika ingin ganti device, terutama saat upgrade. Mikir2 kalo mau upgrade, ternyata batterynya lebih boros daripada yang dipakai sekarang. Ya, nggak?

3. Cek & Bandingkan melalui Battery Drain Test di Youtube

Battery Drain Test, iPhone 7 Plus vs Galaxy S8 vs Mi6 by XEETECHCARE

Ini cara paling mudah dan paling interaktif menurut saya, namun tidak selengkap list dari GSMArena. Biasanya hanya smartphone flagship saja yang dicompare satu sama lain. Uji coba daya tahan battery ini dilakukan dengan meletakkan 2 atau lebih smartphone di tempat yang berdekatan, lalu menjalankan kegiatan yang sama. Contoh: sama2 merekam video, sama2 nonton video, atau sama2 menjalankan game. Nanti akan dilihat handphone mana yang mati duluan (benar2 0%). Dengan ini, saya biasanya lebih yakin kalo suatu smartphone lebih irit batterynya dibandingkan dengan yang lain karena kita dapat melihat sendiri proses dari battery handphone tersebut 100% hingga habis.

Nah, itu dia beberapa cara yang saya lakukan untuk mengetahui daya tahan battery sebuah smartphone. Gampang, kan?

Sincerely,

Iyori Kharisma

The post Cara Mengetahui Daya Tahan Battery Smartphone appeared first on Hidden Journal's.

]]>
https://iyorikharisma.com/cara-mengetahui-daya-tahan-battery-smartphone-boros-atau-tidak/feed/ 0 563
Smartfren Luncurkan Kartu Perdana 4G GSM+, 4G Gaya Semaumu https://iyorikharisma.com/smartfren-luncurkan-kartu-perdana-4g-gsm-4g-gaya-semaumu/ https://iyorikharisma.com/smartfren-luncurkan-kartu-perdana-4g-gsm-4g-gaya-semaumu/#respond Tue, 14 Mar 2017 08:28:27 +0000 https://iyorikharisma.com/?p=545 Hari ini (13/3), saya diundang kembali oleh Smartfren di peluncuran produk terbarunya, kartu 4G GSM+ atau yang disebut Smartfren dengan kartu perdana 4G Gaya Semau-Mu. Starter pack ini ditujukan kepada pengguna ponsel 4G selain Andromax, sebut saja Samsung, Lenovo, Oppo, Motorola, dan tentu saja yang kalau tidak disebutkan bakal bikin ribut netizen Xiaomi. Tidak terbatas pada […]

The post Smartfren Luncurkan Kartu Perdana 4G GSM+, 4G Gaya Semaumu appeared first on Hidden Journal's.

]]>
Hari ini (13/3), saya diundang kembali oleh Smartfren di peluncuran produk terbarunya, kartu 4G GSM+ atau yang disebut Smartfren dengan kartu perdana 4G Gaya Semau-Mu. Starter pack ini ditujukan kepada pengguna ponsel 4G selain Andromax, sebut saja Samsung, Lenovo, Oppo, Motorola, dan tentu saja yang kalau tidak disebutkan bakal bikin ribut netizen Xiaomi. Tidak terbatas pada merk di atas saja, asalkan smartphone 4G LTE tersebut mendukung band 5 dan band 40 maka dapat menggunakan dan menikmati fasilitas dari 4G Gaya Semaumu ini.

Cara mendapatkan kartu perdana dari Smartfren ini sangat mudah sekali, anda cukup datang ke Galeri Smartfren ataupun outlet pareto Samsung yang ada SPG Smartfren-nya. Nah, nanti anda tinggal bilang saja kalau ingin dapat perdana Smartfren 4G GSM+. Pembelian kartu perdana ini gratis tanpa biaya, hanya saja anda nanti akan diwajibkan untuk top up pulsa sebesar minimal Rp 60.000 rupiah guna mendapatkan bonus-bonus yang menarik dari Smartfren. Seperti bundlingnya dengan Andromax, kartu perdana 4G GSM+ ini juga banyak bonusnya. Pelanggan akan mendapatkan bonus dengan total 37 GB selama setahun, serta kuota 2GB/bulan khusus untuk aktivitas chatting. Berikut adalah breakdown bonus yang diberikan:

  • 3 GB diberikan pada saat aktivasi. Dilakukan dengan cara download aplikasi MySmartfren di Play Store (link). Berlaku selama 30 hari.
  • 10 GB diberikan pada saat melakukan top up pertama dengan minimal top up Rp 60.000. Berlaku 30 hari.
  • 2 GB diberikan setiap bulannya (masa aktif 30 hari) selama 12 bulan. Tidak dapat akumulasi (Jika 2 GB tidak habis maka hangus). Didapatkan dengan cara melakukan top up minimal Rp 60.000 setiap bulannya.
  • Gratis kuota chatting 2 GB tiap bulannya pada aplikasi WhatsApp, LINE dan BBm.  Didapatkan dengan cara melakukan top up minimal Rp 60.000 setiap bulannya.

Berarti rugi dong isi 60.000 per bulan cuma dapet 2GB dan 2GB khusus chatting? Jelas tidak, karena semua itu hanya bonus, tanpa memotong pulsa 60.000 yang kita top up tadi. Pulsa tersebut dapat digunakan untuk membeli paket data juga. Jika dilihat dari website Smartfren di sini, dengan Rp 60.000 tadi kita dapat membeli paket data 2GB dengan bonus 12GB yang dapat digunakan pada jam 01.00 – 06.59 WIB. Emang jam-jam download sih jam segitu, hehehe.

Nah, jadi bagi kalian yang selama ini bertanya-tanya “Masa kalo mau pakai 4G Smartfren harus pakai Andromax?” atau “Smartfren itu CDMA atau GSM, sih?”, sekarang sudah dijawab nih oleh Smartfren. Gimana, ganti Smartfren nggak?

Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

The post Smartfren Luncurkan Kartu Perdana 4G GSM+, 4G Gaya Semaumu appeared first on Hidden Journal's.

]]>
https://iyorikharisma.com/smartfren-luncurkan-kartu-perdana-4g-gsm-4g-gaya-semaumu/feed/ 0 545
Kabel Charger Smartphone Terbaik Versi Iyori Kharisma https://iyorikharisma.com/kabel-charger-smartphone-terbaik-versi-iyori-kharisma/ https://iyorikharisma.com/kabel-charger-smartphone-terbaik-versi-iyori-kharisma/#comments Wed, 08 Feb 2017 06:50:57 +0000 https://iyorikharisma.com/?p=472 Disclaimer: Post ini berdasarkan opini pribadi penulis yang nggak ngerti-ngerti amat masalah teknologi, tapi sok-sokan ngerti. Mohon jangan dicibir, penulis berperasaan sensitif 🙁 Oke, jadi yang benar kabel charge atau kabel charger? Auk. Bodo amat. Pokoknya kabel yang itu lho, pada tahu kan. Nah, mengalami kabel charger rusak ini memang ngebetein, apalagi waktu battery smartphone udah […]

The post Kabel Charger Smartphone Terbaik Versi Iyori Kharisma appeared first on Hidden Journal's.

]]>

Disclaimer: Post ini berdasarkan opini pribadi penulis yang nggak ngerti-ngerti amat masalah teknologi, tapi sok-sokan ngerti. Mohon jangan dicibir, penulis berperasaan sensitif 🙁

Oke, jadi yang benar kabel charge atau kabel charger? Auk. Bodo amat. Pokoknya kabel yang itu lho, pada tahu kan. Nah, mengalami kabel charger rusak ini memang ngebetein, apalagi waktu battery smartphone udah sekarat. Waduh, berabe. Lalu, gimana dong? Sebenarnya, ada 3 cara yang paling ampuh untuk menghindari terjadinya kejadian ini.

  1. Pilih kabel charger yang kualitasnya bagus, biar tahan lama.
  2. Dirawat dan digunakan secara baik
  3. Must have a backup! Jangan sampai saat kabel rusak, jadi gak bisa ngecharge.

Memilih kabel charger yang baik juga nggak gampang. Apalagi saat dulu saya sebagai iOS user, mencari kabel lightning yang bagus itu susah banget. Saya pun juga mempunyai mindset bahwa “kabel yang bagus itu kabel ori”, jadinya kalo rusak beli kabel bawaan Apple yang mahalnya gak karuan. Untungnya hanya kejadian sekali saja.

Setelah beberapa kejadian, akhirnya saya menemukan beberapa merk kabel charger dengan kualitas yang lumayan bagus. Nggak hanya untuk iOS, kok, untuk Android juga. Semua merk kabel yang saya sebutkan ini udah pernah saya cobain.

Vivan

Saya pertama kali mengenal Vivan pada 2013, pada saat ingin mencari powerbank dengan kualitas bagus karena akan meliput Java Jazz Festival 2013. Nggak mungkin kan lagi enak-enak meliput, harus berhenti sebentar nyari power outlet untuk ngecharge smartphone. Pada saat itu merk yang pertama kali terlintas langsung Vivan, karena beberapa orang di timeline Twitter saya banyak yang menyarankan merk tersebut. Memang, pada saat itu ASUS ZenPower dan Xiaomi Mi Bank belum ada (atau sudah ada, tp belum booming bgt).

Kabel Lightning Vivan

Kabel Lightning Vivan

Kemarin waktu kabel lightning iPhone saya rusak, kebetulan terlintas lagi merk ini karena direkomendasikan oleh teman seper-gadget-an saya, Prase. Akhirnya langsung beli dan cobain deh. Nah, buat kalian yang tidak tahu, mencari kabel lightning/kabel data untuk produk Apple itu nggak gampang. Ada yang emang bs buat ngecharge, tp begitu dicolok untuk sync ke laptop gak kebaca. Apalagi untuk iOS ini kan semua-semua harus sync iTunes, jadi ya repot kalo gak kebaca. Dengan kabel Vivan yang saya beli dengan harga 40rb ini, permasalahan di atas tidak terjadi. Lancar, semua fungsi dapat berjalan dengan baik selayaknya memakai kabel native iPhone. Untuk ketahanan, berdasarkan pemakaian saya jg sangat oke. Belum ada error sama sekali seperti “This Cable or Accessory Is Not Certified” atau error-error lain.

Remax

Saya pernah membeli kabel Remax ini dua kali, yang pertama dengan model 2 in 1 (microUSB + Lightning) dan yang lightning serta microUSB saja. Saran saya, JANGAN pernah beli yang 2-in-1, cepat banget rusaknya. Worst cable I’ve ever bought. Tetapi, yang nggak 2-in-1 sangat recommended. Designnya bagus, banyak warna, dan banyak varian harganya. Menurut saya yang harga 30rb saja sudah sangat bagus dengan model premium. Jika di foto yang saya pakai itu sepertinya yang agak murah, hehehe. Untuk lightning cablenya saya juga tidak mengalami error apapun saat connect ke iTunes/transfer data. All good.

Aukey

Aukey-logo-banniere

Merk ini terkenal karena merupakan salah satu merk yang menyandang sertifikasi Quick Charge dari Qualcomm, baik QC 2.0 maupun QC 3.0. Saya hanya mencoba untuk kabel microUSBnya saja (sepertinya juga nggak punya untuk yang lightning cable). Kualitas kabelnya bagus, premium, dan sudah support QC 2.0 dan QC 3.0. Selain kabel, powerbanknya juga sangat saya rekomendasikan. Sayang modelnya kurang cakep, tidak seperti Xiaomi Powerbank Pro.

Update: Ternyata Aukey punya Lightning Cable. And it’s good, too.

Nah, 3 merk di atas bisa kalian jadikan rekomendasi saat ingin mencari kabel charger baru. Dan kalau bisa, selalu beli 2 ya, agar selalu ada cadangan, Jadi kalo rusak nggak perlu bingung cepet-cepet cari gantinya, apalagi kalo rusaknya pas tengah malem. Bisa berabe.

Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

The post Kabel Charger Smartphone Terbaik Versi Iyori Kharisma appeared first on Hidden Journal's.

]]>
https://iyorikharisma.com/kabel-charger-smartphone-terbaik-versi-iyori-kharisma/feed/ 6 472
Gadget Yori Selama Tahun 2016 https://iyorikharisma.com/gadget-yori-selama-tahun-2016/ https://iyorikharisma.com/gadget-yori-selama-tahun-2016/#comments Mon, 02 Jan 2017 04:45:21 +0000 https://iyorikharisma.com/?p=446 Hola! Udah lama nggak nulis blog, tiba2 udah tahun baru aja. Selamat tahun 2017 ya, guys! Yang belum bikin resolusi, segera. Yang mau lapor pajak, segera. Yang mau nikah, …nabung dulu. Jangan ngerepotin orang tua. #lah Kali ini mau bahas tentang gadget apa yang pernah saya beli dan saya pakai di tahun 2016, terutama smartphone […]

The post Gadget Yori Selama Tahun 2016 appeared first on Hidden Journal's.

]]>
Hola! Udah lama nggak nulis blog, tiba2 udah tahun baru aja. Selamat tahun 2017 ya, guys! Yang belum bikin resolusi, segera. Yang mau lapor pajak, segera. Yang mau nikah, …nabung dulu. Jangan ngerepotin orang tua. #lah

Kali ini mau bahas tentang gadget apa yang pernah saya beli dan saya pakai di tahun 2016, terutama smartphone & tablet, beserta review singkatnya. Sebenernya mau bikin satu-satu, tapi males. Jadinya langsung dicompile saja di satu post ini. Bisa dibilang nanti lebih ke review tahunan sih ya, hahahaha. Oke, berikut beberapa gadget yang saya beli dan pakai di tahun 2016:

iPad Mini 1, Cell + WiFi 16GB

Ini gadget pertama yang saya beli, lebih tepatnya gadget baru yang pertama dipake di tahun 2016. Gadget pertama yang dibeli pakai duit sendiri. Iseng banget belinya, hanya karena pengin main game di layar besar. Waktu itu lagi rame-ramenya Clash Royale soalnya, hehehe. iPad Mini 1 ini enak banget untuk main game ringan, atau sekedar Youtube dan browsing doang. Layar yang belum retina display bikin battery 4.400 mAh terasa irit banget. Besar bodynya pun bisa dibilang pas banget, dan nggak terlalu berat karena ramping.

iPad Mini ini udah saya jual setelah 2 bulan pemakaian, jadi pakainya dari Desember 2015 – Februari 2016. Alasannya? Pengin nyobain Tab Android haha. iPad Mini sampai sekarang masih menarik untuk dipakai sebagai entertainment use, tapi kalo sekarang sebisa mungkin minimal iPad Mini 2, ya. Biar lebih bisa dibuat ngapa2in ((( ngapa2in ))). Lebih mumpuni gitu. Karena zaman sekarang kayaknya nggak mungkin kalo nggak multitasking dan nggak main game dengan grafis lumayan berat.

Lenovo Tab 2 A8-50

Pilihan ini muncul ketika ingin membeli Tab Android yang sudah 4G dengan budget 2 juta di awal 2016, tepatnya bulan Februari. Untuk hal tablet, saya memang selalu cari yang 8″, karena menurut saya 7″ terlalu kecil, dan 10″ terlalu besar. Perbedaan yang paling terasa dari pakai iPad Mini ke Lenovo Tab 2 A8-50 adalah layarnya. Kalau iPad Mini 4:3, Lenovo Tab A8-50 ini 16:9.

Untuk hal menonton film/youtube, Lenovo Tab 2 A8-50 ini juaranya. Bener-bener juara. Layarnya lumayan bagus, speaker udah stereo dts hadap depan dan suaranya lumayan bagus untuk dengerin music video atau streaming Spotify. Kalau untuk bermain game dan multitasking sih saya rasa nggak jauh dari iPad Mini 1. Sayangnya tablet ini saya jual setelah 2 minggu pemakaian. Alasannya? Tiba-tiba males pakai tablet, dan akhirnya berpindah ke smartphone Android.

Pebble Classic Jet Black

featured pebble

Jam ini saya beli berbarengan dengan Lenovo Tab 2 A8-50. Sebenernya juga jam ini sih alasan pengin ganti dari iPad Mini ke Tab Android, biar bs bales notif lewat jam gitu. Asli, nggak penting. Tapi pada akhirnya, Pebble ini jadi salah satu gadget yang wajib saya pakai kemana-mana. Seperti yang kalian tahu, saya jualan iTunes Gift Card (IGC) di igcmurah.net. Sebelum pakai Pebble ini, saya sering banget nggak baca notif. Bukan karena apa, tp emg kadang nggak terasa aja ada notif masuk. Kadang 10 menit, kadang 30 menit. Kalo untuk chat sesama teman, nggak dibales 30 menit itu hal biasa. Tapi bagi pelanggan saya… 30 menit nggak dibales, dia pasti udah beli di seller lain. Jadi dengan adanya Pebble ini saya nggak pernah kelewatan notifikasi dari pembeli. Pas lg nyetir motor pun bisa dilihat dari jam dulu, hp getar karena ada notifikasi apa. Kalo penting, saya minggir dulu untuk bales. Kalo nggak penting, ya lanjut jalan aja. Nggak usah dikit2 buka HP.

Kelebihan dan kekurangan Pebble Classic sudah saya jelaskan di post ini.

Xiaomi Redmi Note 2

Waktu lagi rame-ramenya orang beli Xiaomi, saya juga ikutan dong. Alhasil Xiaomi Redmi Note 2 ini saya beli pada awal Maret 2016 sebagai pengganti Lenovo Tab 2 A8-50. Sejujurnya tidak ada yang salah dengan smartphone ini. Layarnya cukup bagus, bentuknya pun tidak jelek, sudah support 4G. Ya cukup bagus lah untuk smartphone dengan harga 1.6 juta. Tapi menurut saya ada 1 hal yang nggak cocok dengan saya: battery boros. Parah. Main 1 game Clash Royale, yang berarti sekitar 3 menit, battery Redmi Note 2 ini sudah terpakai 5%. Berarti jika dipakai main game, selama 30 menit aja dia udah menghabiskan 50% battery. Lah, gila lu? Hal ini terjadi karena Redmi Note 2 ini dibekali procie Mediatek, yang emang terkenal agak boros daya. Karena illfeel dengan borosnya battery Redmi Note 2 ini, smartphone ini hanya bertahan kurang dari 2 minggu, saya jual untuk cari smartphone lain dengan battery yang irit. Kebetulan, saya juga ternyata nggak cocok dengan smartphone berukuran 5.5″, terlalu besar untuk saya. Nggak nyaman di kantong.

Xiaomi Redmi 3

photo712255919168268835

Xiaomi Redmi 3 saya pilih sebagai pengganti Redmi Note 2 karena beberapa hal. Pertama, karena saya udah cocok aja pakai MIUI, dan smartphone ini sudah mendukung 4G. Kedua, Redmi 3 berukuran 5″, ukuran yang paling pas menurut saya. Dan yang ketiga, yang paling penting, memiliki battery 4.100 mAh. Irit banget, apalagi dibekali procie Snapdragon yang terkenal irit. Saya beli Redmi 3 versi awal banget ya, tanpa embel-embel Pro dan S. RAM 2GB menurut saya sudah cukup, karena tidak pernah mengalami gangguan dalam multitasking, meski tidak lancar-lancar amat transisi antar appsnya. Tapi ada yang cukup mengesalkan dari MIUI, yaitu sering forced close aplikasi. Paling emosi karena yang sering kena forced close app Spotify. Meski begitu, Redmi 3 ini termasuk salah satu smartphone yang paling lama saya pakai selama 2016. Saya pakai dari awal April 2016 – Agustus 2016. 4 bulan!

Samsung Galaxy S7

photo712255919168268504

Setelah 6 bulan saya pakai Android,  pada bulan Agustus 2016 saya komentar lagi ke teman saya, Prasetyo. “Apaan, Pras. Enakan pake iOS. Android kadang interfacenya terkesan murahan, kurang gimana gitu”. Dia pun langsung menunjukkan interface LG G4nya, sambil berkata “Itu tergantung HPnya apa, Yor. Kalo flagship kebanyakan bagus kok. Ya kamu HP harga barunya 1.6jt dibandingkan sama iPhone 5mu yang dulu harga barunya 8jt. Ya jauh”. Deg. Iya juga. Akhirnya setelah lebaran 2016 (lebaran beneran, bukan lebaran kuda), saya berniat membeli handphone flagship. Setelah lihat review sana-sini dan dihasut oleh Prase, saya akhirnya membeli Samsung Galaxy S7 Flat di bulan September 2016. Alasannya: battery irit, RAM 4GB, performa oke, kamera terbaik di kelasnya (pada saat itu. Sekarang kayaknya Google Pixel dan LG V20 udah mulai mengejar), layar sAMOLED QuadHD, dan yang paling penting: support QuickCharge 2.0. Kalo performa ga perlu direview lah ya, tau sendiri flagship pasti bagus. *ditonjokkin*

Saya sering kali ditanya, kenapa nggak beli S7 Edge aja sekalian? Menurut saya lebih ke kenyamanan memakai. S7 Edge emang saya akui bagus banget, tapi layar ukuran 5.5″nya yang bikin saya nggak nyaman. Terlalu besar. Apalagi seri S7 baik S7e dan S7f dibekali spek yang sama. Kecuali seperti iPhone 7 dan iPhone 7+, mungkin saya akan memaksa ke 7+ untuk dapat spek lebih meski mengorbankan harus memakai layar 5.5″. Oh ya, hingga saat ini saya masih memakai S7 dan makin jatuh cinta sama Samsung. I’d definitely buy the next S series.

Samsung Galaxy Tab A 8″ with S-Pen (2015)

Awal Oktober 2016 saya pengin beli Tab lagi, tapi kali ini Android. Setelah konsultasi dengan Prase dan baca review sana sini, pilihan kali ini jatuh ke Galaxy Tab A 8″. Dilengkapi fitur S-Pen, tab ini enak banget buat iseng-iseng gambar, mewarnai, atau sekedar browsing. Untuk nonton video udah lumayan oke, bisa support sampai HD 720p aja karena kebetulan resolusi layar tidak seberapa besar. Mungkin ini penyebab battery Galaxy Tab A 8″ ini irit banget. Biasanya saya bisa sampai 2-3 hari, karena kebetulan juga tidak saya pakai sering-sering. Biasanya nonton Youtube 2-3 video tiap beberapa jam, dan untuk kegiatan ibanking. Terkadang juga saya pakai untuk mengerjakan skripsi, dibantu dengan keyboard bluetooth Logitech K380. Tablet ini sebetulnya sudah ingin saya jual, namun setelah saya pikir-pikir lagi sepertinya saya simpan saja, karena masih belum ada yang bs menyaingi dengan harga yang sama sampai sekarang.

Samsung Gear S2

photo712255919168268837

Awal November 2016, Pebble Classic saya agak bermasalah. Layarnya sering ngeglitch ga jelas. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, smartwatch udah kebutuhan wajib bagi saya, karena untuk membaca notifikasi yang masuk. Akhirnya setelah saya cari-cari calon pengganti, pilihan jatuh pada Samsung Gear S2. Gear S2 ini sudah dilengkapi touch screen AMOLED, sehingga jika memakai watchface background hitam, batterynya irit banget! Rata-rata pemakaian saya, Gear S2 tahan sampai 2-3 hari pemakaian. Pokoknya tiap 2 hari sekali saya charge. Chargenya pun sudah QuickCharge ya, jadi hanya butuh waktu 45 menit hingga 1 jam saja untuk dipakai 2-3 hari. Pilihan watchfacenya pun juga banyak banget. Selain watchface resmi, kita juga bisa pakai watchface 3rd party. Saya pakai aplikasi WatchMaster dengan subscribe layanan Pro-nya, hanya 79rb per tahun. Nggak cuma untuk S2 doang, semua Samsung Gear (S1, S2, S3. Ini Samsung Gear ya, bukan Sarjana), Moto 360, Fossil Q, semua deh pokoknya ada.

Selain karena pilihan WatchFace, Gear S2 juga support apps yang sering saya gunakan. Spotify dan Uber! Jadi kalo sambil nyetir, saya biasanya nggak perlu ubek-ubek Spotify di smartphone lagi. Cukup slide ke widget Spotify, dan tekan Play. Otomatis akan memutar lagu di playlist terakhir yang saya putar. Atau jika perlu pesan Uber, tinggal slide ke widget Uber dan… order. That’s it. Pernah nyoba sekali, dan lokasinya benar. Ajaib.

Nah, itu tadi gadget yang saya pakai selama tahun 2016. Doakan di tahun 2017 ini bisa nyobain pakai berbagai macam gadget lagi hahaha. Amin. See you in the next post!


Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

The post Gadget Yori Selama Tahun 2016 appeared first on Hidden Journal's.

]]>
https://iyorikharisma.com/gadget-yori-selama-tahun-2016/feed/ 5 446
Smartwatch Review: 5 Bulan Bersama Pebble Classic https://iyorikharisma.com/smartwatch-review-5-bulan-bersama-pebble-classic/ https://iyorikharisma.com/smartwatch-review-5-bulan-bersama-pebble-classic/#respond Sun, 10 Jul 2016 05:20:28 +0000 https://iyorikharisma.com/?p=363 Saya sangat suka jam tangan. Aksesoris satu ini merupakan yang paling nggak boleh lupa dipakai saat mau berpergian. Nggak tau kenapa, padahal awal masuk kuliah tahun 2012 nggak pernah merasa butuh pakai jam tangan, karena sudah punya mindset “ya kalo mau tahu jam kan tinggal lihat di HP”. Eh, sekarang malah nggak bisa lepas. 3 tahun […]

The post Smartwatch Review: 5 Bulan Bersama Pebble Classic appeared first on Hidden Journal's.

]]>
Saya sangat suka jam tangan. Aksesoris satu ini merupakan yang paling nggak boleh lupa dipakai saat mau berpergian. Nggak tau kenapa, padahal awal masuk kuliah tahun 2012 nggak pernah merasa butuh pakai jam tangan, karena sudah punya mindset “ya kalo mau tahu jam kan tinggal lihat di HP”. Eh, sekarang malah nggak bisa lepas. 3 tahun berlalu, sahabat seperguruan saya — Prasetyoh — membeli smartwatch milik Pebble dengan seri Pebble Classic. Kesan pertama lihatnya? Nggak tertarik. Kebetulan sudah punya cukup jam tangan, jadi untuk beli Pebble sebagai bahan “coba-coba” juga masih malas. Hahaha.

Semua berubah ketika saya mulai berjualan online. Karena yang saya jual barang yang sifatnya digital, tentunya pelayanan dan respon yang diberikan harus cepat. Nggak jarang ada pelanggan yang nggak mau tahu kesibukan penjual online, nggak dibales 1-2 menit saja sudah ngespam chat “P” atau “A” berkali2, atau hanya sekedar “ping!”. Setiap mendapat pelanggan seperti itu, saya rasanya ingin mengirimkan sumpah-serapah kepada penemu fitur “Buzz” pada Yahoo Messenger! dan “PING!” pada BlackBerry Messenger. Tae, ah. Nah, untuk mengurangi pelanggan-pelanggan macam gitu, saya akhirnya memutuskan untuk membeli Pebble Classic, smartwatch keluaran Pebble yang paling affordable dan powerful di pasaran.

DSC_0004

Saya beli bekas karena untuk beli baru di Indonesia masih tergolong mahal dan juga untuk masalah garansi pasti sama saja. Barangnya masih mulus banget waktu beli, terpasang screen protector sehingga layar nggak ada baretnya sama sekali. Versi retail, bukan yang Kickstarter Edition. Daya tahan battery masih maksimal, dan tidak ada keluhan/error apapun. Harga beli baru di Indonesia kalau tidak salah sekitar Rp 1.600.000, dan saya beli Pebble Classic Jet Black ini hanya seharga Rp 750.000. I was so lucky.

Memang apa hubungannya Pebble dengan memberantas oknum-oknum spam “PING” chat? Dengan Pebble, semua notifikasi chat di handphone akan langsung dipush ke Pebble melalui jaringan bluetooth. Jadi, cukup baca notif dari layar Pebble saja. Dan… langsung bisa dibalas juga! Caranya seperti di bawah ini:

“Itu canned messagenya dari sananya? Bisa bikin sendiri? Berapa banyak?”. Canned messagenya kita bikin sendiri kok. Dari App Pebble, masuk ke Settings dan pilih Notification Responses. Nanti tinggal isi di sana deh. Berapa banyak? Ratusan #eaaaaaaa. Banyaknya gatau berapa, yang pasti sih bisa banyak banget. Selama ini cuma pakai 5 doang.

Screenshot_2016-07-10-11-07-13_com.getpebble.android.basalt

Fitur di atas sangat memudahkan bagi saya dalam komunikasi dengan pelanggan. Dapat membalas dengan cepat hampir setiap saat, dan juga tidak akan telat membalas chat karena tidak tahu ada notif masuk. Kan sering tuh, kalo HP lagi ditaruh saku atau tas, sehingga kalau ada yang menghubungi kita tidak tahu? Dengan Pebble, nggak akan kejadian lagi, deh.

Fitur Pebble lainnya

Selain dapat membaca notif dan membalas pesan melalui Pebble, sebenarnya masih banyak lagi fitur lainnya. Contohnya ada Health, ada Music, Alarm & Stopwatch, dan juga Watchfaces. Dari fitur-fitur tersebut, yang sering saya pakai yaitu Music dan juga Watchface.

DSC_0186

Music sangat berguna banget waktu saya mendengarkan music di mobil ataupun motor. Ganti-ganti music yang diputar tanpa harus membuka smartphone. Fitur ini integrated dengan app pemutar musik seperti Spotify dan JOOX. Ada tombol Play/Pause, Next/Previous, dan juga Volume -/+.

DSC_0003

Untuk watchfaces, bisa menuju ke https://apps.getpebble.com/en_US/watchfaces untuk mencari watchfaces yang kamu mau, nanti jika sudah menemukan yang disuka, tinggal buka Apps Pebble di smartphone, pilih Watchfaces dan search nama watchfaces tadi. Atau kalo gak mau ribet, dari awal langsung dari Apps juga bisa.

Screenshot (10)

Kelebihan dan Kekurangan Pebble Classic

Semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan pada review kali ini, saya hanya menyebutkan kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan menurut pemakaian saya, ya.

Kelebihan
  • Battery tahan hingga 5-7 hari.
  • Waktu charge kurang dari 2 jam.
  • Bisa connect ke multidevice (berbeda OS) dalam waktu yang bersamaan. Contoh: iPhone 5 (iOS) dan Samsung/Xiaomi/Nexus (Android) dan Lumia (Windows Phone).
  • Water resistant 5 ATM (50m).
  • Fitur motion wake (shake tangan agar backlight menyala)
  • Harga yang sangat murah dibandingkan smartwatch lainnya (yang rata-rata hanya dapat connect 1 device/1 OS saja)
Kekurangan
  • Tidak ada distributor resmi bergaransi di Indonesia.
  • Tidak ada support untuk pelanggan Indonesia (claim garansi akan dikirim ke US/dari US)
  • Layar Black&White. Untuk warna ada seri Pebble Time (still affordable, 2-3jtan).
  • No microphone dan no heart-rate detector (both available in Pebble 2: $129)
  • No step and sleep tracker (available in Pebble 2)
  • Untuk Notification Responses masih belum bisa di iOS, untuk Pebble Classic. Namun pernah denger dari Prasetyoh, ada yang bilang sih untuk Pebble Time ke atas bisa.

Oh ya, bawaannya biasanya tanpa adaptor. Dan jika kalian mencari, usahakan yang 1A, ya. Dulu Pebble Classic saya sempat pernah ada problem, screen glitch selama beberapa hari. Sampai sekarang masih belum tahu kenapa, dan sudah tidak pernah terjadi lagi. Sepertinya saat itu salah pakai adaptor punyanya Redmi Note 2 (2A), padahal seharusnya pakai punya iPhone (1A).

Jika kalian ingin membeli Pebble, sangat disarankan untuk membeli Pebble 2. Pre-order dan pembelian dapat dilakukan melalui website pebble di SINI.

Jika menurut kalian ada affordable smartwatch selain Pebble Classic ini, silahkan tulis di kolom komentar ya!


Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

The post Smartwatch Review: 5 Bulan Bersama Pebble Classic appeared first on Hidden Journal's.

]]>
https://iyorikharisma.com/smartwatch-review-5-bulan-bersama-pebble-classic/feed/ 0 363