Cara Mengetahui Daya Tahan Battery Smartphone

“Eh, hapemu sehari ngecharge berapa kali?”. “Eh, SOT (Screen On Time) hapemu berapa jam?”. 2 pertanyaan yang sering muncul kalau seseorang ingin mengetahui daya tahan battery suatu smartphone. Ya, selain kemampuan mengambil foto, daya tahan battery adalah satu pertimbangan yang cukup penting dalam memilih smartphone pada saat ini. Meski ada penemuan canggih sekelas powerbank, namun banyak orang masih tidak nyaman menggunakannya. Ada yang malas liat kabel seliweran pas jalan, ada yang takut battery smartphone-nya rusak kalau pakai powerbank, dan masih banyak lagi. Jadi jelas, alasan “gapapa boros, kan ada powerbank” nggak bisa diaplikasikan ke semua orang. Sehingga mengetahui seberapa bagus daya tahan battery sebelum membeli itu sangat penting. Lebih baik repot di awal, daripada repot kemudian.

Nah, lalu bagaimana cara mengetahuinya?

Gampang saja. Di era serba digital ini, informasi sebenarnya sudah tersedia di mana-mana, tinggal kita saja mencarinya gimana. Nah, kalau saya sendiri punya beberapa cara yang saya lakukan untuk mengetahui daya tahan battery.

1. Baca atau Nonton Review di Blog/Youtube dari Reviewer Terpercaya

Review Samsung Galaxy S8 by MKBHD

Saat ini reviewer bisa dibilang sedang menjamur, terutama di bidang teknologi. Sehingga nggak susah bagi kita untuk mengetahui pendapat/pengalaman orang dalam memakai suatu gawai. Beberapa nama besar di Indonesia yaitu SobatHape, DroidLime, GontaGantiHape, Project Review, HerrySW, GadgetIn, BangRipiu, dan masih banyak nama-nama lain. Kalau lebih suka dengan reviewer luar negeri, ada MrMobile, MKBHD, Erica Griffin, AndroidAuthority, dan GSMArena.

Reviewer-reviewer ini biasanya akan menjelaskan performa smartphone secara detail, selama mereka menggunakan smartphone tersebut. Dan pasti mereka juga membahas mengenai daya tahan batterynya. Tetapi ingat, jika kamu mencari tahu daya tahan battery suatu smartphone dari seorang reviewer, ketahui juga pemakaian mereka. Contoh, si reviewer A menyatakan smarthphonenya tahan 10 jam dengan 2x charge sehari sesuai penggunaannya. Di sisi lain, reviewer B dengan smartphone yang sama menyatakan tahan 18 jam dan cukup 1x charge sehari saja. Nah, ternyata si reviewer A doyan ngegame. Jelas saja kan lebih boros dibanding reviewer B yang lebih sering berselancar di web dan social media?

Untuk itu, terkadang kita harus mengecek secara objektif, dengan artian daya tahan battery diuji dengan standar baku yang telah ditentukan, dan dilakukan secara sama pada semua device untuk kemudian diketahui daya tahan batterynya. Nah, ini akan dibahas di cara kedua dan ketiga.

2. Cek & Bandingkan melalui GSMArena Battery Life Table

GSMArena Battery Life Table. Urut dari yang paling irit hingga boros.

Di tiap spesifikasi yang diberikan oleh GSMArena, di bagian battery selalu ada Endurance Rating. GSMArena mempunyai standar dalam uji coba ketahanan battery, yang dijelaskan secara detail di sini. Ini dapat dibilang salah satu hasil uji coba daya tahan battery yang paling objektif. Lalu, bagaimana cara kita mengetahui daya tahan suatu smartphone? Gampang saja. Kalian bisa mengecek battery life table di sini, di mana hasil endurance rating dari GSMArena diurutkan dari yang paling irit ke yang paling boros.

Kalau saya, untuk mengetahui smartphone tersebut boros atau tidak, saya bandingkan dengan smartphone yang saya/teman saya gunakan. Contoh, saya ingin mengetahui seberapa irit OnePlus 3. Saya akan buka GSMArena Battery Life Table, dan mencari endurance rating OnePlus 3. Rating 66h. Lalu saya bandingkan dengan device yang saya pakai, Galaxy S8. Rating 84h. Dengan ini, saya dapat mengira2 bahwa jika saya ganti OnePlus 3 maka saya akan merasa battery lebih cepat habis.

Cara ini biasanya saya pakai ketika ingin ganti device, terutama saat upgrade. Mikir2 kalo mau upgrade, ternyata batterynya lebih boros daripada yang dipakai sekarang. Ya, nggak?

3. Cek & Bandingkan melalui Battery Drain Test di Youtube

Battery Drain Test, iPhone 7 Plus vs Galaxy S8 vs Mi6 by XEETECHCARE

Ini cara paling mudah dan paling interaktif menurut saya, namun tidak selengkap list dari GSMArena. Biasanya hanya smartphone flagship saja yang dicompare satu sama lain. Uji coba daya tahan battery ini dilakukan dengan meletakkan 2 atau lebih smartphone di tempat yang berdekatan, lalu menjalankan kegiatan yang sama. Contoh: sama2 merekam video, sama2 nonton video, atau sama2 menjalankan game. Nanti akan dilihat handphone mana yang mati duluan (benar2 0%). Dengan ini, saya biasanya lebih yakin kalo suatu smartphone lebih irit batterynya dibandingkan dengan yang lain karena kita dapat melihat sendiri proses dari battery handphone tersebut 100% hingga habis.

Nah, itu dia beberapa cara yang saya lakukan untuk mengetahui daya tahan battery sebuah smartphone. Gampang, kan?

Sincerely,

Iyori Kharisma

Related Posts...

Leave a Reply