New Favorite Series, Castle

Menonton TV Series mungkin sudah jadi kegiatan favorit banyak orang, baik itu TV Series produksi US, UK, maupun Asia seperti India dan Korea yang sedang hits di Indonesia saat ini. Kalau saya pribadi sih lebih suka menonton TV Series US, karena genrenya beragam tidak seperti Korea yang hampir 90% drama menangis-nangis, meski saya akui kekonyolan dari series drama Korea itu ajaib. Lucu! (Ya, saya pernah menonton drama Korea meski nontonnya diskip-skip karena hanya untuk resync subtitle untuk Ibu). Beberapa TV Series US yang saya ikuti cukup banyak, namun beberapa favorit saya yaitu Chuck, Sherlock (the best!), The Big Bang Theory, Game of Thrones (of course!), Fringe, dan favorit saya yang paling baru, Castle. Sebenarnya Castle ini bukan series baru, namun saya saja yang baru nonton dan ternyata bagussss.

Info Series

Nama series: Castle
Jumlah Season: 7 (on going), since 2009.
Genre: Crime, Drama, Comedy
Link IMDB: http://www.imdb.com/title/tt1219024/?ref_=fn_al_tt_1

Review

Jadi series ini menceritakan tentang seorang penulis misteri terkenal di New York, Richard Castle. Buku-buku Castle, yang hampir seluruhnya Best Seller, berisikan tentang kasus-kasus pembunuhan yang dapat dibilang jenius, jenius dalam artian trik yang digunakan untuk membunuh serta bagaimana pembaca dapat merasakan ke-authentic-an dalam penulisannya, sehingga kejadian-kejadian pembunuhan tersebut tidak hanya seperti pembunuhan yang dibuat-buat di dalam buku namun seperti pembunuhan itu benar-benar terjadi. Ini adalah hasil dari riset mendalam yang dilakukan oleh Castle setiap akan menulis bukunya, sehingga kejadian dan detail yang ada dalam bukunya benar-benar terasa nyata, meski sebenarnya itu hanyalah hasil dari keliaran kreativitasnya.

Keseruan dimulai pada saat Castle “membunuh” karakter buatannya sendiri, Derrick Storm, yang merupakan karakter utama dalam novel serial karangannya. Castle mengalami writer’s block yang mana merupakan kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan dalam membuat tulisan/karya baru dan juga creative slowdown. Belum lagi dengan tekanan dari banyak pembaca penggemar karakter Derrick Storm, yang tak kunjung berhenti menanyakan alasan Castle membunuh Storm di buku terbarunya.

Di salah satu book partynya, Castle didatangi oleh Detective Beckett dari NYPD untuk dibawa ke precinct (kalo di Indonesia sih kayak kantor gitu), karena Castle dicurigai terlibat di dalam pembunuhan. Kecurigaan ini muncul karena beberapa kasus pembunuhan yang terjadi sama persis dengan yang ada pada novel Castle. Namun setelah proses interogasi berlangsung, baru diketahui bahwa ada seseorang di luar sana yang meniru teknik pembunuhan yang ada pada novel Castle, yang akhirnya dapat ditangkap berkat Det. Beckett dan 2 partnernya, Det. Esposito & Det. Ryan, serta dengan konsultasi dari Castle.

Pengalaman menulis novel-novel misteri ternyata membuat Castle memiliki insting yang kuat dalam menyelidiki kasus pembunuhan, terutama dalam hal menebak plot dari suatu kasus. Dengan izin dari Walikota (yang ternyata diketahui merupakan teman Castle), Castle diperbolehkan untuk bekerja bersama Detective Beckett dkk untuk urusan research, karena Castle ingin menjadikan Detective Beckett sebagai tokoh utama dari buku barunya. Di sinilah dimulai cerita-cerita yang keren, konyol sekaligus menegangkan dari Castle, dan juga ketertarikannya pada Detective Beckett yang bikin gregetan.

Ke crime-scene Naik Ferrari

P.S.: Castle is really, really rich. Well-connected, of course.

Rating

Menurut saya, series ini pantas diberi rating 4.5/5. Pemikiran-pemikiran Castle yang konyol serta out-of-the box yang diberikan pada saat menyelidiki suatu kasus (seperti conspiracy CIA, Zombie, atau Alien Invasion), atau tingkah-tingkahnya yang kadang sangat childish, bikin series ini tak membosankan untuk ditonton secara marathon.

Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

Related Posts...

2 Comments

  1. Bener sih, pemikiran Castle emang lumayan unik. Tapi, kayaknya aku udah terganggu dulu sama wajah aktornya deh. Rasanya kurang greget buat serial-serial yang masuk Fox Crime he he he. Sekalinya betah nonton ya gara-gara Beckett sih.

Leave a Reply