Fair Usage Policy (FUP) Indihome. Pelanggan dirugikan atau tidak?

Perbincangan mengenai kebijakan Fair Usage Policy (FUP) yang mulai 1 Februari 2016 lalu mulai diterapkan oleh Indihome (Telkom Indonesia) menjadi sangat viral di social media. Pasalnya, banyak dari mereka yang mengeluh dan mempertanyakan mengenai “True Unlimited” yang diusung sebagai salah satu senjata promosi tim marketing Indihome. “Katanya True Unlimited, kok dibatasi?”, tidak jarang kan melihat komentar seperti ini di thread yang membahas masalah FUP Indihome?

Mengenai Fair Usage Policy (FUP) Indihome

Fair Usage Policy adalah kebijakan yang mengatur mengenai Fair Usage, alias pemakaian wajar. Ada beberapa hal yang harus ditekankan mengenai FUP yang diterapkan oleh Indihome ini:

  • Fair Usage Indihome BERBEDA dengan sistem kuota. Indihome tetap dapat digunakan setelah melewati fair usage, hanya saja kecepatannya turun.
  • Turunnya kecepatan Indihome berbeda di tiap paketnya.
    1. Paket 10 Mbps. Pemakaian 0-300 GB kecepatan 10 Mbps. Pemakaian 300GB – 400GB turun menjadi 7.5 Mbps (turun 25% dari kecepatan normal). Setelah pemakaian melebihi 400GB, kecepatan menjadi 4 Mbps (turun 60% dari kecepatan normal) hingga tanpa batas.
    2. Paket 20 Mbps. Pemakaian 0-500 GB kecepatan 20 Mbps. Pemakaian 500GB – 800GB turun menjadi 15 Mbps (turun 25% dari kecepatan normal). Setelah pemakaian melebihi 800GB, kecepatan menjadi 8 Mbps (turun 60% dari kecepatan normal) hingga tanpa batas.
    3. Paket 30 Mbps. Pemakaian 0-700 GB kecepatan 30 Mbps. Pemakaian 700GB – 1200GB turun menjadi 22.5 Mbps (turun 25% dari kecepatan normal). Setelah pemakaian melebihi 1200GB, kecepatan menjadi 12 Mbps (turun 60% dari kecepatan normal) hingga tanpa batas.
    4. Paket 50 Mbps. Pemakaian 0-1200 GB kecepatan 50 Mbps. Pemakaian 1200 GB -2000 GB turun menjadi 37.5 Mbps (turun 25% dari kecepatan normal). Setelah pemakaian melebihi 2000GB, kecepatan menjadi 20 Mbps (turun 60% dari kecepatan normal) hingga tanpa batas.
    5. Paket 100 Mbps. Pemakaian 0-2000 GB kecepatan 100 Mbps. Lebih dari 2000 GB kecepatan menjadi 50 Mbps hingga tanpa batas.
  • FUP hanya berlaku di paket fiber minimal 10 Mbps. Bagi yang memakai paket di bawahnya (1, 2, 3, 5 Mbps), tidak akan terkena dampak dari kebijakan ini.

Merugikan atau tidak?

Pertanyaan di atas sungguhlah sangat subjektif. Saya sendiri di rumah memakai paket 5 Mbps (kecepatan real 7.5 Mbps), sehingga saya tidak terkena dampak kebijakan tersebut. Namun, jika hanya untuk menilai merugikan atau tidak, di rumah saya juga memakai First Media dengan bandwith 15 Mbps dan akan mencoba untuk menilai merugikan atau tidaknya dengan menggunakan skema FUP 10 Mbps.

STREAMING

Untuk user dengan kecepatan 10 Mbps, sudah bukan rahasia umum lagi kalau kita ingin selalu menikmati konten streaming dengan kualitas terbaik. Ya, minimal 720p lah. Malah biasanya user yang mempunyai Smart TV atau Smart Box selalu otomatis set kualitas terbaik yaitu 1080p. Untuk 720p-1080p sendiri biasanya memakan kuota hingga 150-250 MB untuk video 10-15 menit. Andaikan saja sehari di rumah ada 2 user kakak adik, streaming bersamaan di device yang berbeda. Anggap saja per orang menonton 10 video, total 20 video. Berarti sehari untuk streaming menghabiskan 3 – 5 GB hanya untuk keperluan streaming.

DOWNLOAD

Kegiatan lain yang mengasyikkan bagi orang yang memiliki bandwith besar adalah melihat speed download! Dengan 10 Mbps bisa dapat 1.2 MB/s (bahkan bagi beberapa user Indihome, banyak yang langganan 10 Mbps namun dapatnya sekitar 14 Mbps. Berarti downloadnya 1.8-1.9 MB/s. Widih!). Download film bajakan di forum, kemungkinan untuk 720p sekitar 800 MB (x264), untuk x265 mungkin bisa lebih kecil lagi. Asumsi sehari download 3 film (ini pun tidak mungkin setiap hari, kecuali kamu pedagang film bajakan). Berarti untuk download film sehari habis 2.4 GB.

GAMING

Untuk gaming sendiri, mungkin ini satu-satunya yang tidak seberapa terpengaruh oleh kebijakan FUP kecuali kamu sering mengundang teman-teman kamu untuk main bersama di rumah. Karena gaming dengan upstream 0.5 Mbps dengan ping yang kecil saja sudah cukup untuk bermain game dengan lancar. Mungkin pemakaian sehari untuk upload-download maksimal 2-3 GB.

Results!

Overall, dari asumsi aktivitas pemakaian internet di atas, dapat disimpulkan bahwa FUP 300 GB masih sangat cukup. Karena dengan 300 GB dapat diartikan bahwa tiap harinya kita diberi 10 GB kecepatan normal, sehingga cukup untuk pemakaian internet lumayan berat.

Jika speed turun menjadi 75% yaitu 7.5 Mbps pun, kita masih dapat melakukan streaming dengan kualitas HD 720p secara lancar tanpa buff dan juga memiliki download speed hingga 980 KB/s – 1 MB/s. 4 Mbps pun saya rasa masih bisa merasakan streaming youtube 720p dengan lancar, mungkin hanya tersendat 1-2x untuk buffer.

Untuk mengecek usage Indihome kamu, kamu bisa langsung akses http://indihome.co.id/usage-info dan masukkan informasi yang dibutuhkan. Intinya sih, use your internet wisely gitu.

Alternatif!

Bagi pelanggan 10 Mbps yang memiliki FUP 300 GB, mungkin ada beberapa yang tidak senang dengan turunnya speed tersebut. Namun, mungkin ada alternatif yang harus dilakukan, meski dibutuhkan sedikit effort dan biaya, sih.

Ya, benar! Wifi.ID. Dengan Indihome, kamu bisa berlangganan Wifi.ID 10rb saja per bulan, unlimited. Dan tentunya: TANPA FUP. Jadi jika kamu memang berprofesi sebagai penjual film dan TV Series bajakan, ataupun juga game bajakan, bisa tetap menjalankan bisnis kamu secara normal dengan Wifi.ID. Selengkapnya langsung di sini ya http://www.indihome.co.id/wifiid-seamless

NB:

  1. Bukan post advertorial. Penulis 100% menulis ini karena merupakan pengguna Indihome sejak lama dan ingin berbagi kegelisahan mengenai FUP ke publik.
  2. Penulis ingin membagikan opini dan juga alternatif terhadap permasalahan FUP.
  3. Penulis ganteng dan baik hati.

Sincerely,

sig

Iyori Kharisma

Related Posts...

2 Comments

  1. Kalo pemakian sudah melebihi batas. contoh : 350gb di kecepatan 10mb terus kecepataannya dikurangi 25% kan? Lalu kecepatannya dikurangin selamanya atau sampai 1 bulan saja?

Leave a Reply